ALL ABOUT CIAMIS CULTURE

Sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ciamis Kota. Kabupaten ini berada di bagian tenggara Jawa Barat, berbatasan denganKabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di utara, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) dan Kota Banjar di timur,Kabupaten Pangandaran dan Samudra Hindia di selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di barat.
Kabupaten Ciamis terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Ciamis.
Kecamatan Banjar, yang dulunya bagian dari Kabupaten Ciamis, ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 11 Desember 2002 ditetapkan menjadi kota (otonom), yang terpisah dari Kabupaten Ciamis. selain itu bagian Selatan Kabupaten Ciamis mengalami pemekaran pada tanggal 25 Oktober 2012 menjadi Kabupaten Pangandaran yang memiliki 10 Kecamatan.




1.      Bahasa :
Sebagian orang Ciamis menggunakan bahasa sunda yang halus atau sama halnya dengan orang jawa yang menggunakan bahasa krama ketika berbicara. Dibandingkan ketika orang Bogor atau Banten yang menggunakan bahasa sunda kasar ketika berbicara orang-orang Ciamis menggunakan bahasa sunda halus. Contoh: bahasa sunda halus dari makan adalah tuang, bahasa sunda kasar dari makan dahar.



2.      Kesenian :
Kesenian di daerah Ciamis yang masih bertahan sampai sekarang salah satunya adalah Karawitan (namanya sama dengan yang di daerah Jawa). Bahkan kesenian Karawitan ini masuk sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Sekolah menyediakan guru yang berkompeten dalam bidang karawitan ini, dan pembelajarannya lebih menekankan pada praktek. Siswa diajarkan bagaimana cara memainkan salah satu alat musik secara langsung.



3.      System Religi:
Mayoritas penduduk daerah ini beragama Islam, namun dapat dikatakan sebagai “Islam KTP” karena mereka melakukan kegiatan religi hanya saat-saat tertentu. Contoh: peduduknya memakai busana muslim ketika hanya ada pengajian, sedangkan jika pengajiannya telah selesai mereka hanya memakai pakaian “kurang bahan”. Bahkan suatu ketika ada seorang ustad yang berdakwak di daerah ini mengenai menutup aurat, pada akhirnya ustad ini yang diusir karena memang susah untuk mengubah kebiasaan itu.



4.      Mata Pencaharian :
Sebagian besar orang Ciamis mata pencahariannya menjadi seorang petani. Mereka memiliki sawah ataupun lading untuk bercocok tanam karena mereka bertempat tinggal didekat lereng gunung. Perairannya pun langsung memakai mata air, mereka memakai paralon untuk mengambil air. Hasil dari sawah maupun lading berupa padi, coklat dan lain-lain.
Biasanya mereka hanya menempuh pendidikan sampai jenjang SMP dan banyak dari mereka melanjutkan merantau ke daerah luar untuk berwirausaha, contohnya saja seperti di jogja banyak ditemui penjual warung burjo yang bisa berbahasa sunda alias berasal dari Jawa Barat.



5.      Peralatan Hidup :
Di bidang pertanian orang-orang Ciamis menggunakan alat seperti cangkul dan garpu besar untuk berladang. Ketika di sawah pun alat yang mereka gunakan hampir sama dengan daerah lainnya seperti menggunakan traktor dan penyemprot hama. Uniknya pupuk yang digunakan bukan pupuk kimia tetapi mereka menggunakan pupuk kandang dengan cara memanfaatkan kotoran ayam.



6.      Organisasi Sosial :
Ketika ada salah satu keluarga yang mengadakan hajatan pasti kiri-kanan rumahnya dibagi makanan hajatannay, sama halnya orang jawa ada besekan disana dinamakan pepeti. Disana pun masi ada karang taruna, RT, RW dan lain-lain.



7.      Pengetahuan :
Pengetahuan yang mereka dapatkan secara alami bukan dari jenjang pendidikan formal adalah bercocok tanam dan mengurus kolam ikan. Mereka mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan pertanian. Bahkan hampir setiap rumah memiliki kolam ikan, dan itu dibuat oleh mereka sendiri secara tradisional.
Share on Google Plus

About dave

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar